AQIDAH AKHLAK XI : SEMESTER
II
LAPORAN AQIDAH AKHLAK
AKHLAK BERTAMU & MENERIMA TAMU
KELOMPOK 5
DISUSUN OLEH :
LALU MUHAMMAD JAGAD AL ULA (kerja sendiri T-T)
MUHAMMAD KHATAMI (helper)
WIDIA NITA UTARI (helper)
ANGGOTA :
BAIQ MEILIAN SUHARTIKA
HASNA LAILI HAFIF
NANDA FEBRIANTI
MAN 1 PRAYA
TP 2015/2016
A. LANDASAN TEORI
Bertamu
adalah berkunjung kerumah orang lain dalam rangka mempererat tali silaturrahmi dengan
maksud dan tujuan tertentu, seperti menjenguk orang yang sedang sakit,
ngobrol-ngobrol biasa, membicarakan bisnis, membicarakan masalah keluarga, dan
sebagainya. Tujuan utama bertamu menurut islam adalah menyambung persaudaraan
atau silaturrahim.
Etika bertamu:
1.
Meminta izin
masuk maksimal 3 kali
2.
Berpakaian rapi dan pantas
3.
Memberi isyarat dan salam ketika datang
4.
Jangan mengintip
ke
dalam rumah
5.
Memperkenalkan
diri sebelum masuk
6.
Tamu
lelaki dilarang masuk ke dalam rumah apabila tuan rumah hanya seorang wanita.
7.
Masuk dan duduk
dengan sopan
8.
Segera
pulang apabila selesai urusan
Menerima tamu adalah menyambt
tamu dengan berbagai cara yang lazim dilakukan menurut adab ataupun agama yang
menyenangkan atau memuliakan tamu untuk mendapatkan rahmat dan ridha Allah.
Etika menerima tamu:
1.
Berpakaian
pantas dan sopan
2.
Menerima tamu
dengan sikap yang baik
3.
Menjamu tamu
sesuai kemampuan
4.
Antar tamu
sampai kepintu halaman jika tamu pulang
5.
Lama
waktu maksimal melayani tamu adalah 3 hari 2 malam
6.
Wanita
yang sendiri dirumah dilarang menerima tamu laki-laki masuk ke dalam rumah
tanpa izin suaminya.
B.
HASIL WAWANCARA
Hasil wawancara mengenai adab
menerima tamu dan bertamu dengan Bapak Fatman S.Pd adalah sebagai berikut :
Penanya :
Apa yang anda ketahui tentang etika bertamu?
Narasumber
: Yang saya ketahui tentang etika bertamu adalah pribadi kita. Kita harus
membangun pribadi kita dulu untuk menyambut tamu itu bagaimana supaya
meninggalkan kesan yang baik kepada si Tamu itu sendiri, kita selaku tuan rumah
harus menerima dengan baik kemudian kita berprilaku da menyambut dengan baik
sehingga memberi kesan yang baik.
Penanya :
Bagaiman dengan menrima tamu?
Narasumber
: Seperti yang saya bilang tadi sikap kita yang paling utama sebelum kita
mempersilahkan tamu, kita harus menyapa seperti misalnya si Tamu memberi salam
maka kita harus menjawab salam lalu kita tanyakan apa tujuannya. Sebelum
menjawab tujuannya kita harus berperilaku baik contohnya “Mau cari siapa?”.
Kemudian kita arahkan kepada orang dia cari. Tetapi apabila orang yang dia cari
sedang sibuk maka kita persilahkan menunggu. Namun berbeda lagi kalau
kepentingannya bersifat mendesak maka harus diinformasikan kepada orang yang
dia cari.
Penanya :
Bagaimana pakaian bapak ketika bertamu?”
Narasumber
: Jadi pakaian itu adalah salah satu hal yang paling utama, jadi kita harus
sopan dalam berpakaian agar berkesan baik kepada tuan rumah karena kalau
berpakaian tidak sopan maka akan menimbulkan rasa tidak baik pula bagi Tuan
rumah. Yang paling penting kita berperilaku sopan dalam berpakaian.
Penanya : Bagaimana ketika seseorang bertamu ke
rumah bapak, sedangkan orang itu tidak bapak kenal dan apa yang bapak lakukan,
apakah bapak akan menerima ataukah bagaimana?
Narasumber
: Kita harus tetap menerima selanjutnya, kita tanya tujuannya karena tidak
mungkin kita langsung mengusirnya, krena sangat tidak sopan.
Penanya : Bagaimana jika saat kita bertamu tuan
rumahnya hanya seorang perempuan?
Narasumber
: Kita harus tahu kondisi, kita harus tanya terlebih dahulu apakah tuan rumah
itu sendiri atau tidak, jika memang dia sendiri kita harus pulang dan titip
pesan supaya nanti tidak menimbulkan fitnah diantara tamu dan penerima tamu.
Penanya
: Bagaimana kalau ada tamu yang
bertamu hingga tidak sadar waktu?
Narasumber
: Kalau pribadi saya si tamu itu harus tahu diri dari kondisi dan waktu, kalau
misalnya sudah larut malam si tamu harus mengerti tentang keadaan. Tapi jika si
tamu tidak mengerti tentang waktu bertamu maka kita alangkah baiknya berbicara
terus terang, contohnya “Maaf ini sudah jam sekian, malu dilihat tetangga.”
Supaya nanti di masyarakat tidak menimbulkan kesan buruk ataupun fitnah.
Penanya :
Bagaimana sikapa bapak jika bapak sebagai tamu?
Narasumber
: Etika kita harus baik sebagai tamu, kita harus mengucapkan salam terlebih
dahulu. Kalau pintunya terbuka kita tidak boleh langsung masuk kalau tidak ada
jawaban dari tuan rumah, maka kita harus pulang.
Penanya :
Bagaimana kalau agama lain yang bertamu?
Narasumber
: Kita harus terima juga dengan baik, kita tidak boleh mengusirnya karena agama
islam mengajarkan toleransi.
Penanya
: Bagaimana cara kita melayani
tamu?
Narasumber
: Kita ketahui tamu adalah raja. Jadi kia harus melayaninya dengan baik, kita
harus melayani sesuai kebutuhan si tamu dan kemampuan kita. Seperti memenuhi
tujuannya apa dengan sopan, santun, senyum, salam dan sapa. Sementara di lobi
sering datang tamu dari luar untuk bertemu dengan kepala sekolah dari luar
sekolah yang tujuannya bisa ke kepala sekolah, TU, ataupun guru sehingga kita
harus tanya dulu dengan baik, mempersilahkan duduk, kepentingannya apa,
misalkan ingin bertemu dengan kepala sekolah aka kita harus sampaikan, tapi
misalnya ingin bertemu dengan saya, kepentingannya apa, apa yang bisa saya
bantu ya saya bantu.
C.
PEMBAHASAN
Etika
bertamu :
a. Meminta izin maksimal 3 kali,
maksudnya adalah memberi salam dan minta izin. Batasanya adalah 3 kali. Jika
tidak ada jawaban setelah 3 kali maka kita harus menunda kunjungan.
b. Berpakaian rapi saat pergi
bertamu artinya menghormati tuan rumah dan diri sendiri. Tamu juga akan lebih
dihormati oleh tuan rumah.
c.
Memberi isyarat dan salam ketika datang
d.
Jangan
mengintip ke
dalam rumah
e.
Memperkenalkan
diri sebelum masuk,
apabila tuan rumah belum tahu/belum kenal, hendaknya tamu memperkenalkan diri
secara jelas terutama ketika bertamu dimalam hari.
f.
Tamu
lelaki dilarang masuk ke dalam rumah apabila tuan rumah hanya seorang wanita,
karena bisa mengundang fitnah di masyarakat, sehingga cukup diluar saja.
g.
Masuk dan duduk
dengan sopan,
setelah dipersilahkan masuk hendaknya tamu duduk dengan sopan di tempat duduk
yang telah disediakan. Tamu hendaknya tidak memandang kemana-mana secara bebas.
h.
Segera
pulang apabila selesai urusan, bertamu memiliki tujuan entah untuk
membiacarakan bisnis ataupun permasalahan hidup dan lain sebagainya. Apabila
urusan telah selesai maka hendaknya tamu segera pulang.
Etika menerima tamu:
1.
Berpakaian
pantas dan sopan,
berpakaian pantas dalam menerima tamu berarti tuan rumah menghormati tamunya.
2.
Menerima tamu
dengan sikap yang baik,
misalnya dengan wajah yang cerah, muka senyum dan sebagainya.
3.
Menjamu tamu
sesuai kemampuan,
adalah salah satu cara menghorati tamu. Kewajiban menjamu tamu dalam islam
adalah sesuai dengan kemapuan.
4.
Antar tamu
sampai kepintu halaman jika tamu pulang, tamu akan merasa lebih dihormati
bila tuan rumah.
5.
Lama
waktu maksimal melayani tamu adalah 3 hari 3 malam, selebih dar itu adalah
sedekah bagi tamu.
6.
Wanita
yang sendiri dirumah dilarang menerima tamu laki-laki masuk ke dalam rumah
tanpa izin suaminya.
D.
KESIMPULAN
Bertamu merupakan kebiasaan positif dalam kehidupan bermasyarakat
dari zaman tradisional sampai zaman modern. Dengan melestarikan kebiasaan
kunjung-mengunjungi, maka segala persoalan mudah diselesaikan. Setiap muslim
juga harus membiasakan diri untuk menyambut tamu yang datang dengan suka cita
maka tuan rumah harus menghadirkan pikiran positif(husnudzon) terhadap tamu, jangan sampai kehadiran tamu disertai
dengan munculnya pikiran negatif dari tuan rumah(su’udzon).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar