Kamis, 10 Agustus 2017

Contoh Laporan Akidah Akhlak : Akhlak Bertamu


AQIDAH AKHLAK XI : SEMESTER II


LAPORAN AQIDAH AKHLAK
AKHLAK BERTAMU & MENERIMA TAMU


KELOMPOK 5

DISUSUN OLEH :
LALU MUHAMMAD JAGAD AL ULA (kerja sendiri T-T)
MUHAMMAD KHATAMI (helper)
WIDIA NITA UTARI (helper)

ANGGOTA :
BAIQ MEILIAN SUHARTIKA
HASNA LAILI HAFIF
NANDA FEBRIANTI






MAN 1 PRAYA
TP 2015/2016
A.   LANDASAN TEORI
            Bertamu adalah berkunjung kerumah orang lain dalam rangka mempererat tali silaturrahmi dengan maksud dan tujuan tertentu, seperti menjenguk orang yang sedang sakit, ngobrol-ngobrol biasa, membicarakan bisnis, membicarakan masalah keluarga, dan sebagainya. Tujuan utama bertamu menurut islam adalah menyambung persaudaraan atau silaturrahim.
Etika bertamu:
1.    Meminta izin masuk maksimal 3 kali
2.    Berpakaian rapi dan pantas
3.    Memberi isyarat dan salam ketika datang
4.    Jangan mengintip ke dalam rumah
5.    Memperkenalkan diri sebelum masuk
6.    Tamu lelaki dilarang masuk ke dalam rumah apabila tuan rumah hanya seorang wanita.
7.    Masuk dan duduk dengan sopan
8.    Segera pulang apabila selesai urusan

      Menerima tamu adalah menyambt tamu dengan berbagai cara yang lazim dilakukan menurut adab ataupun agama yang menyenangkan atau memuliakan tamu untuk mendapatkan rahmat dan ridha Allah.
Etika menerima tamu:
1.    Berpakaian pantas dan sopan
2.    Menerima tamu dengan sikap yang baik
3.    Menjamu tamu sesuai kemampuan
4.    Antar tamu sampai kepintu halaman jika tamu pulang
5.    Lama waktu maksimal melayani tamu adalah 3 hari 2 malam
6.    Wanita yang sendiri dirumah dilarang menerima tamu laki-laki masuk ke dalam rumah tanpa izin suaminya.

B.    HASIL WAWANCARA
            Hasil wawancara mengenai adab menerima tamu dan bertamu dengan Bapak Fatman S.Pd adalah sebagai berikut :
Penanya       : Apa yang anda ketahui tentang etika bertamu?
Narasumber : Yang saya ketahui tentang etika bertamu adalah pribadi kita. Kita harus membangun pribadi kita dulu untuk menyambut tamu itu bagaimana supaya meninggalkan kesan yang baik kepada si Tamu itu sendiri, kita selaku tuan rumah harus menerima dengan baik kemudian kita berprilaku da menyambut dengan baik sehingga memberi kesan yang baik.
Penanya       : Bagaiman dengan menrima tamu?
Narasumber : Seperti yang saya bilang tadi sikap kita yang paling utama sebelum kita mempersilahkan tamu, kita harus menyapa seperti misalnya si Tamu memberi salam maka kita harus menjawab salam lalu kita tanyakan apa tujuannya. Sebelum menjawab tujuannya kita harus berperilaku baik contohnya “Mau cari siapa?”. Kemudian kita arahkan kepada orang dia cari. Tetapi apabila orang yang dia cari sedang sibuk maka kita persilahkan menunggu. Namun berbeda lagi kalau kepentingannya bersifat mendesak maka harus diinformasikan kepada orang yang dia cari.
Penanya       : Bagaimana pakaian bapak ketika bertamu?”
Narasumber : Jadi pakaian itu adalah salah satu hal yang paling utama, jadi kita harus sopan dalam berpakaian agar berkesan baik kepada tuan rumah karena kalau berpakaian tidak sopan maka akan menimbulkan rasa tidak baik pula bagi Tuan rumah. Yang paling penting kita berperilaku sopan dalam berpakaian.
Penanya      : Bagaimana ketika seseorang bertamu ke rumah bapak, sedangkan orang itu tidak bapak kenal dan apa yang bapak lakukan, apakah bapak akan menerima ataukah bagaimana?
Narasumber : Kita harus tetap menerima selanjutnya, kita tanya tujuannya karena tidak mungkin kita langsung mengusirnya, krena sangat tidak sopan.
Penanya       : Bagaimana jika saat kita bertamu tuan rumahnya hanya seorang perempuan?
Narasumber : Kita harus tahu kondisi, kita harus tanya terlebih dahulu apakah tuan rumah itu sendiri atau tidak, jika memang dia sendiri kita harus pulang dan titip pesan supaya nanti tidak menimbulkan fitnah diantara tamu dan penerima tamu.
Penanya       : Bagaimana kalau ada tamu yang bertamu hingga tidak sadar waktu?
Narasumber : Kalau pribadi saya si tamu itu harus tahu diri dari kondisi dan waktu, kalau misalnya sudah larut malam si tamu harus mengerti tentang keadaan. Tapi jika si tamu tidak mengerti tentang waktu bertamu maka kita alangkah baiknya berbicara terus terang, contohnya “Maaf ini sudah jam sekian, malu dilihat tetangga.” Supaya nanti di masyarakat tidak menimbulkan kesan buruk ataupun fitnah.
Penanya       : Bagaimana sikapa bapak jika bapak sebagai tamu?
Narasumber : Etika kita harus baik sebagai tamu, kita harus mengucapkan salam terlebih dahulu. Kalau pintunya terbuka kita tidak boleh langsung masuk kalau tidak ada jawaban dari tuan rumah, maka kita harus pulang.
Penanya       : Bagaimana kalau agama lain yang bertamu?
Narasumber : Kita harus terima juga dengan baik, kita tidak boleh mengusirnya karena agama islam mengajarkan toleransi.
Penanya       : Bagaimana cara kita melayani tamu?
Narasumber : Kita ketahui tamu adalah raja. Jadi kia harus melayaninya dengan baik, kita harus melayani sesuai kebutuhan si tamu dan kemampuan kita. Seperti memenuhi tujuannya apa dengan sopan, santun, senyum, salam dan sapa. Sementara di lobi sering datang tamu dari luar untuk bertemu dengan kepala sekolah dari luar sekolah yang tujuannya bisa ke kepala sekolah, TU, ataupun guru sehingga kita harus tanya dulu dengan baik, mempersilahkan duduk, kepentingannya apa, misalkan ingin bertemu dengan kepala sekolah aka kita harus sampaikan, tapi misalnya ingin bertemu dengan saya, kepentingannya apa, apa yang bisa saya bantu ya saya bantu.

C.   PEMBAHASAN
      Etika bertamu :
a.    Meminta izin maksimal 3 kali, maksudnya adalah memberi salam dan minta izin. Batasanya adalah 3 kali. Jika tidak ada jawaban setelah 3 kali maka kita harus menunda kunjungan.
b.    Berpakaian rapi saat pergi bertamu artinya menghormati tuan rumah dan diri sendiri. Tamu juga akan lebih dihormati oleh tuan rumah.
c.    Memberi isyarat dan salam ketika datang
d.   Jangan mengintip ke dalam rumah
e.    Memperkenalkan diri sebelum masuk, apabila tuan rumah belum tahu/belum kenal, hendaknya tamu memperkenalkan diri secara jelas terutama ketika bertamu dimalam hari.
f.     Tamu lelaki dilarang masuk ke dalam rumah apabila tuan rumah hanya seorang wanita, karena bisa mengundang fitnah di masyarakat, sehingga cukup diluar saja.
g.   Masuk dan duduk dengan sopan, setelah dipersilahkan masuk hendaknya tamu duduk dengan sopan di tempat duduk yang telah disediakan. Tamu hendaknya tidak memandang kemana-mana secara bebas.
h.    Segera pulang apabila selesai urusan, bertamu memiliki tujuan entah untuk membiacarakan bisnis ataupun permasalahan hidup dan lain sebagainya. Apabila urusan telah selesai maka hendaknya tamu segera pulang.

Etika menerima tamu:
1.    Berpakaian pantas dan sopan, berpakaian pantas dalam menerima tamu berarti tuan rumah menghormati tamunya.
2.    Menerima tamu dengan sikap yang baik, misalnya dengan wajah yang cerah, muka senyum dan sebagainya.
3.    Menjamu tamu sesuai kemampuan, adalah salah satu cara menghorati tamu. Kewajiban menjamu tamu dalam islam adalah sesuai dengan kemapuan.
4.    Antar tamu sampai kepintu halaman jika tamu pulang, tamu akan merasa lebih dihormati bila tuan rumah.
5.    Lama waktu maksimal melayani tamu adalah 3 hari 3 malam, selebih dar itu adalah sedekah bagi tamu.
6.    Wanita yang sendiri dirumah dilarang menerima tamu laki-laki masuk ke dalam rumah tanpa izin suaminya.


D.   KESIMPULAN

   Bertamu merupakan kebiasaan positif dalam kehidupan bermasyarakat dari zaman tradisional sampai zaman modern. Dengan melestarikan kebiasaan kunjung-mengunjungi, maka segala persoalan mudah diselesaikan. Setiap muslim juga harus membiasakan diri untuk menyambut tamu yang datang dengan suka cita maka tuan rumah harus menghadirkan pikiran positif(husnudzon) terhadap tamu, jangan sampai kehadiran tamu disertai dengan munculnya pikiran negatif dari tuan rumah(su’udzon).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar