KIMIA XI SMESTER 2
LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA : TITRASI ASAM DENGAN BASA
ANGGOTA: LALU MUHAMMAD JAGAD AL
ULA
BAIQ MAULIDA
NURAZIZAH
ü ZILNAWATI
HAFSAH
MAN 1 PRAYA
TP 2015/2016
TITRASI ASAM BASA
TUJUAN
1.
Melakukan titrasi asan kuat dengan basa kuat
2.
Melakukan titrasi asam lemah
dengan basa kuat
DASAR TEORI
A.
Definisi Titrasi
v
Titrasi adalah pengukuran
suatu larutan dari suatu reaktan yang dibutuhkan untuk bereaksi sempurnadengan
sejumlah reaktan tertentu lainnya.
v
Titrasi asam basa adalah
reaksi penetralan.
v
Jika larutan bakunya asam
disebut asidimetri dan jika larutan bakunya basa disebut alkalimetri.
v
Larutan penguji disebut
“TITRAN” sedangkan
v
Larutan yang ingin diuji
kadarnya disebut “TITRAT / TITER”
B.
Prinsip Titrasi Asam Basa
Titrasi
asam basa melibatkan asam maupun basa sebagai titrat ataupun titran. Titrasi
asam basaberdasarkan reaksi penetralan. Kadar larutan asam ditentukan dengan
menggunakan larutan basa dansebaliknya.Titran ditambahkan titer sedikit demi
sedikit sampai mencapai keadaan ekuivalen ( artinya secara
stoikiometri
titran dan titrat tepat habis bereaksi). Keadaan ini disebut sebagai “titik ekuivalen”.
Pada
saat titik ekuivalent ini maka proses titrasi dihentikan, kemudian kita
mencatat volume titratyang diperlukan untuk mencapai keadaan tersebut. Dengan
menggunakan data volume titran, volume dankonsentrasi titrat maka kita bisa
menghitung kadar titrasi
ALAT DAN BAHAN
1.
ALAT
a.
Pipet gondok
b.
Tabung alemeyer
2.
BAHAN
a.
Titrat NaOH
b.
Titrat HCL & CH3COOH
c.
Indikator fenoftalen
CARA KERJA
Titrasi Asam Kuat Dengan Basa Kuat
1.
Memasukkan larutan NaOH 0,1 M ke dalam buret
2.
Menyiapkan 10 ML larutan HCLke dalam gelas kimia dan menambahkan 3 tetes
indikator fenoftalen
3.
Melakukan titrasi terhadap larutan HCL . menambahkan NaOH ke dalam
larutan HCL melakukan dengan perlahan sambil menggoyangkan gelas kimia agar
larutan tercampur semua
4.
Menghentikan proses titrasi jika telah terjadi perubahan warna larutan
didalam gelas . mencatat volume NaOH yang telah dikeluarkan
5.
Mengulangi langkah 1 sampai 4.
Titrasi
Asam Lemah Dengan Basa Kuat
1.
Memasukkan larutan NaOH 0,1 M ke dalam buret
2.
Menyiapkan 10 ML larutan CH3COOH ke
dalam gelas kimia dan menambahkan 3 tetes indikator fenoftalen
3.
Melakukan titrasi terhadap larutan CH3COOH. menambahkan NaOH ke dalam
larutan CH3COOH melakukan dengan perlahan sambil menggoyangkan gelas kimia agar
larutan tercampur semua
4.
Menghentikan proses titrasi jika telah terjadi perubahan warna larutan
didalam gelas . mencatat volume NaOH yang telah dikeluarkan
5.
Mengulangi langkah 1 sampai 4
HASIL PENGAMATAN
TITRASI
ASAM KUAT DENGAN BASA KUAT
|
Kegiatan
|
Volume CH3COOH
|
Volume NaOH
|
|
1
|
10 mL
|
9,9 mL
|
|
2
|
10 mL
|
9,9 mL
|
|
Rata-rata
|
10 mL
|
9,9 mL
|
TITRASI
ASAM LEMAH DENGAN BASA KUAT
|
Kegiatan
|
Volume CH3COOH
|
Volume NaOH
|
|
1
|
10 mL
|
11,2 mL
|
|
2
|
10 mL
|
11,2 mL
|
|
Rata-rata
|
10 mL
|
11,2 mL
|
PEMBAHASAN
Titrasi
adalah cara analisis tentang pengukuran jumlah larutan yang di butuhkan untuk
bereaksi secara tetap dengan zat yang terdapat dengan larutan lain.
Dalam titrasi dikenal beberapa istilah seperti, titrat(yang dititrasi berada
dalam gelas kimia), titran(yang menitrasi berada dalam buret), dan larutan
indikator(larutan yang ditambahkan pada titrat sehingga dapat terjadi perubahan
warna).
Titrasi asam basa melibatkan asam
maupun basa sebagai titrat ataupun titran. Titrasi asam basa berlangsung
berdasarkan reaksi penetralan. Kadar larutan asam ditentukan dengan menggunakan
larutan basa dan sebaliknya dengan menambahkan larutan indikator pada titrat.
Titran ditambahkan titer sedikit demi sedikit sampai mencapai
keadaan ekuivalen ( artinya secara stoikiometri titrant dan titer tepat habis
bereaksi). Keadaan ini disebut sebagai “titik ekuivalen”.Pada saat titik ekuivalen ini maka proses titrasi dihentikan, kemudian kita mencatat volume titer yang diperlukan untuk mencapai keadaan tersebut. Dengan menggunakan data volume titran, volume dan konsentrasi titer maka kita bisa menghitung kadar titrant.
Cara Mengetahui Titik Ekuivalen
Titik ekuivalen dapat diketahui dengan
bantuan larutan penolftalein, kisaran warna yaitu tidak berwarna sampai merah
ungu, yakni apa bila tak berwarna berarti sifatnya asam dan jika berwarna merah
ungu berarti basa. Jika larutan sudah ekuivalen maka, larutan akan mengalami
perubahan warna paling awal, dan warnanya sangat muda dan cerah saat itulah
titrasi dihentikan. Saat larutan menunjukkan perubahan warna paling awal itulah yang disebut titik akhir titrasi.
Namun,
terkadang bisa terjadi kegagalan dalam melakukan pengamatan ini. Kegagalan ini bisa disebabkan beberapa faktor yaitu:
1.
tidak hati-hati dalam melakukan penetesan dengan seksama sehingga penetesan
tetap dilanjutkan dan menghasilkan warna yang terlalu pekat dan mencolok
2. Kurang tepatnya pembuatan larutan HCl 0,1 M dan CH3COOH pada proses penimbangan.
3.
Kurang tepatnya dalam penghitungan tetesan larutan NaOH yang
memungkinkankelebihanpenetesansehinggawarna yang dihasilkansemakinpekat.
4. Pada saat hamper mencapai titik ekuivalen aliran kran buret tidak dikecilkan.
RUMUSAN MASALAH
1.
Tuliskan reaksi yang terjadi antara HCL dengan NaOH ?
2.
Tuliskan reaksi yang terjadi antara CH3COOH dengan NaOH?
3.
Hitunglah konsentrasi HCL dan CH3COOH bedasarkan hasil titrasi?
5.
Jelaskan fungsi larutan indikator dalam percobaan diatas?
PENYELESAIAN MASALAH
1. - Asam kuat : HCl
- Basa kuat : NaOH
- Basa kuat : NaOH
Persamaan Reaksi :
HCl + NaOH → NaCl + H2O
Reaksi ionnya :
H+ + OH- → H2O
HCl + NaOH → NaCl + H2O
Reaksi ionnya :
H+ + OH- → H2O
2. - Asam lemah : CH3COOH
- Basa kuat : NaOH
- Basa kuat : NaOH
Persamaan Reaksi :
CH3COOH + NaOH → NaCH3COO + H2O
Reaksi ionnya :
H+ + OH- → H2O
CH3COOH + NaOH → NaCH3COO + H2O
Reaksi ionnya :
H+ + OH- → H2O
3.a.
Menghitung konsentrasi HCl
Dik :
VHCL = 10 ml VNaOH = 9,9 ml
VHCL
= 10 ml VNaOH
= 9,9 ml
Rata-rata
VHCL = (10+10):2 = 10 ml VNaOH = (9,9+9,9):2
= 9,9 ml
Dit:
[H+]= .....?
Dij:
a.Ma.VHCl = b.Mb. VNaOH
1 . Ma . 10 = 1 .0,1 . 9,9
Ma
= 0,99/10
Ma
= 0,099 M
[H+] = a.Ma = 1 . 0,099 = 0,099
b.Menghitung
konsentrasi CH3COOH
Dik: VCH3COOH = 10 ml VNaOH
= 11,2 ml
VCH3COOH = 10 ml VNaOH
= 11,2 ml
Rata-rata
VCH3COOH = (10+10):2 = 10 ml VNaOH = (11,2+11,2):2 = 11,2 ml
Dit:
[OH-] = ......?
Dij:
a.Ma.VHCl = b.Mb. VNaOH
1 . Ma . 10 = 1 .0,1 . 11,2
Ma
= 11,2/10
Ma
= 1,12 M
[H+] = a.Ma = 1 . 1,12 = 1,12 M
4. Fungsi fenolftalen atau indikator dalam
proses titrasi adalah untuk menentukan titik ekuivalen ketika dua larutan telah
mencapai netralisasi.
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
1. Titik
ekuivalen adalah titik dimana konsentrasi asam sama dengan konsentrasi basa
(habis bereaksi) atau titik dimana jumlah basa yang ditambahkan sama dengan
jumlah asam yang dinetralkan yang disertai perubahan warna indikator.
2. Titik akhir titrasi
adalah keadaan dimana titrasi dihentikan dengan cara melihat perubahan warna indikator.
3. Indikator PP
perlu ditambahkan ke dalam larutan karena supaya mengetahui perubahan warna
yang terjadi pada titik ekuivalen.
4.
Persamaan reaksi untuk masing-masing percobaan :
a.
Asamkuat + basakuat
HCl + NaOHàNaCl + H2O
b.
Asamlemah + basakuat
CH3COOH +NaOHà NaCH3COO + H2O
B.SARAN
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya
dilakukan dengan hati-hati dan teliti dalam melakukan penambahan titer.
DAFTAR
PUSTAKA
www.daym.gov.tr/index2.php%3Fad%...kat%3D57www.analisateknisia.blogspot.com/20
11 ...ive.html www.oldprint.blogspot.com/20 11
/12/pe...int.html
kimia-xi.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar