Rabu, 09 Agustus 2017


KIMIA XI SMESTER 2



LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA :  TITRASI  ASAM DENGAN BASA

                 ANGGOTA:  LALU MUHAMMAD JAGAD AL ULA
                                             BAIQ MAULIDA NURAZIZAH
                                             ü ZILNAWATI HAFSAH





MAN 1 PRAYA
TP 2015/2016








TITRASI ASAM BASA

TUJUAN
1.      Melakukan titrasi asan kuat dengan basa kuat
2.       Melakukan titrasi asam lemah dengan basa kuat

DASAR TEORI
A.    Definisi Titrasi

v  Titrasi adalah pengukuran suatu larutan dari suatu reaktan yang dibutuhkan untuk bereaksi sempurnadengan sejumlah reaktan tertentu lainnya.
v  Titrasi asam basa adalah reaksi penetralan.
v  Jika larutan bakunya asam disebut asidimetri dan jika larutan bakunya basa disebut alkalimetri.
v  Larutan penguji disebut “TITRAN” sedangkan
v  Larutan yang ingin diuji kadarnya disebut “TITRAT / TITER”

B.      Prinsip Titrasi Asam Basa

Titrasi asam basa melibatkan asam maupun basa sebagai titrat ataupun titran. Titrasi asam basaberdasarkan reaksi penetralan. Kadar larutan asam ditentukan dengan menggunakan larutan basa dansebaliknya.Titran ditambahkan titer sedikit demi sedikit sampai mencapai keadaan ekuivalen ( artinya secara
stoikiometri titran dan titrat tepat habis bereaksi). Keadaan ini disebut sebagai “titik ekuivalen”.
Pada saat titik ekuivalent ini maka proses titrasi dihentikan, kemudian kita mencatat volume titratyang diperlukan untuk mencapai keadaan tersebut. Dengan menggunakan data volume titran, volume dankonsentrasi titrat maka kita bisa menghitung kadar titrasi

ALAT DAN BAHAN
1.      ALAT
a.       Pipet gondok
b.      Tabung alemeyer
2.      BAHAN
a.       Titrat NaOH
b.      Titrat HCL & CH3COOH
c.       Indikator fenoftalen

CARA KERJA
Titrasi Asam Kuat Dengan Basa Kuat
1.      Memasukkan larutan NaOH 0,1 M ke dalam buret
2.      Menyiapkan 10 ML larutan HCLke dalam gelas kimia dan menambahkan 3 tetes indikator fenoftalen
3.      Melakukan titrasi terhadap larutan HCL . menambahkan NaOH ke dalam larutan HCL melakukan dengan perlahan sambil menggoyangkan gelas kimia agar larutan tercampur semua
4.      Menghentikan proses titrasi jika telah terjadi perubahan warna larutan didalam gelas . mencatat volume NaOH yang telah dikeluarkan
5.      Mengulangi langkah 1 sampai 4.
Titrasi Asam Lemah Dengan Basa Kuat
1.      Memasukkan larutan NaOH 0,1 M ke dalam buret
2.      Menyiapkan 10 ML larutan CH3COOH ke  dalam gelas kimia dan menambahkan 3 tetes indikator fenoftalen
3.      Melakukan titrasi terhadap larutan CH3COOH. menambahkan NaOH ke dalam larutan CH3COOH melakukan dengan perlahan sambil menggoyangkan gelas kimia agar larutan tercampur semua
4.      Menghentikan proses titrasi jika telah terjadi perubahan warna larutan didalam gelas . mencatat volume NaOH yang telah dikeluarkan
5.      Mengulangi langkah 1 sampai 4

HASIL PENGAMATAN

TITRASI ASAM KUAT DENGAN BASA KUAT
Kegiatan
Volume CH3COOH
Volume NaOH
1
10 mL
9,9 mL
2
10 mL
9,9 mL
Rata-rata
10 mL
9,9 mL

TITRASI ASAM LEMAH DENGAN BASA KUAT
Kegiatan
Volume CH3COOH
Volume NaOH
1
10 mL
11,2 mL
2
10 mL
11,2 mL
Rata-rata
10 mL
11,2 mL


PEMBAHASAN
            Titrasi adalah cara analisis tentang pengukuran jumlah larutan yang di butuhkan untuk bereaksi secara tetap dengan zat yang terdapat dengan larutan lain. Dalam titrasi dikenal beberapa istilah seperti, titrat(yang dititrasi berada dalam gelas kimia), titran(yang menitrasi berada dalam buret), dan larutan indikator(larutan yang ditambahkan pada titrat sehingga dapat terjadi perubahan warna).

Prinsip Titrasi Asam basa
Titrasi asam basa melibatkan asam maupun basa sebagai titrat ataupun titran. Titrasi asam basa berlangsung berdasarkan reaksi penetralan. Kadar larutan asam ditentukan dengan menggunakan larutan basa dan sebaliknya dengan menambahkan larutan indikator pada titrat.
Titran ditambahkan titer sedikit demi sedikit sampai mencapai keadaan ekuivalen ( artinya secara stoikiometri titrant dan titer tepat habis bereaksi). Keadaan ini disebut sebagai “titik ekuivalen”.
Pada saat titik ekuivalen ini maka proses titrasi dihentikan, kemudian kita mencatat volume titer yang diperlukan untuk mencapai keadaan tersebut. Dengan menggunakan data volume titran, volume dan konsentrasi titer maka kita bisa menghitung kadar titrant.

Cara Mengetahui Titik Ekuivalen
Titik ekuivalen dapat diketahui dengan bantuan larutan penolftalein, kisaran warna yaitu tidak berwarna sampai merah ungu, yakni apa bila tak berwarna berarti sifatnya asam dan jika berwarna merah ungu berarti basa. Jika larutan sudah ekuivalen maka, larutan akan mengalami perubahan warna paling awal, dan warnanya sangat muda dan cerah saat itulah titrasi dihentikan. Saat larutan menunjukkan perubahan warna paling awal itulah yang disebut titik akhir titrasi.
Namun, terkadang bisa terjadi kegagalan dalam melakukan pengamatan ini. Kegagalan ini bisa disebabkan beberapa faktor yaitu:
1.      tidak hati-hati dalam melakukan penetesan dengan seksama sehingga penetesan tetap dilanjutkan dan menghasilkan warna yang terlalu pekat dan mencolok
2.      Kurang tepatnya pembuatan larutan HCl 0,1 M dan CH3COOH pada proses penimbangan.
3.      Kurang tepatnya dalam penghitungan tetesan larutan NaOH yang memungkinkankelebihanpenetesansehinggawarna yang dihasilkansemakinpekat.
4.      Pada saat hamper mencapai titik ekuivalen aliran kran buret tidak dikecilkan.


RUMUSAN MASALAH

1.      Tuliskan reaksi yang terjadi antara HCL dengan NaOH ?
2.      Tuliskan reaksi yang terjadi antara CH3COOH dengan NaOH?
3.      Hitunglah konsentrasi HCL dan CH3COOH bedasarkan hasil titrasi?
5.      Jelaskan fungsi larutan indikator dalam percobaan diatas?

                 PENYELESAIAN MASALAH

1.      - Asam kuat : HCl
- Basa kuat : NaOH
Persamaan Reaksi :
HCl + NaOH   →   NaCl + H2O
Reaksi ionnya :
H+ + OH-   →   H2O
2. - Asam lemah : CH3COOH
    - Basa kuat : NaOH
Persamaan Reaksi :
CH3COOH + NaOH   →   NaCH3COO + H2O
Reaksi ionnya :
H+ + OH-   →   H2O
3.a. Menghitung konsentrasi HCl
Dik : VHCL  = 10 ml                                                  VNaOH = 9,9 ml
            VHCL  = 10 ml                                                           VNaOH = 9,9 ml
Rata-rata VHCL  = (10+10):2 = 10 ml                       VNaOH = (9,9+9,9):2 =  9,9 ml
Dit: [H+]= .....?
Dij: a.Ma.VHCl = b.Mb. VNaOH
              1 . Ma . 10 = 1 .0,1 . 9,9
Ma     = 0,99/10
Ma     = 0,099 M

[H+] = a.Ma = 1 . 0,099 = 0,099

b.Menghitung konsentrasi CH3COOH
Dik: VCH3COOH  = 10 ml                                       VNaOH = 11,2 ml
        VCH3COOH  = 10 ml                                       VNaOH = 11,2 ml
Rata-rata VCH3COOH  = (10+10):2 = 10 ml            VNaOH = (11,2+11,2):2 =  11,2 ml
Dit: [OH-] = ......?
Dij: a.Ma.VHCl = b.Mb. VNaOH
          1 . Ma . 10 = 1 .0,1 . 11,2
Ma     = 11,2/10
Ma     = 1,12 M

[H+] = a.Ma = 1 . 1,12 = 1,12 M

4. Fungsi fenolftalen atau indikator dalam proses titrasi adalah untuk menentukan titik ekuivalen ketika dua larutan telah mencapai netralisasi.

  





PENUTUP
A.    KESIMPULAN
1.      Titik ekuivalen adalah titik dimana konsentrasi asam sama dengan konsentrasi basa (habis bereaksi) atau titik dimana jumlah basa yang ditambahkan sama dengan jumlah asam yang dinetralkan yang disertai perubahan warna indikator.
2.     Titik akhir titrasi adalah keadaan dimana titrasi dihentikan dengan cara melihat perubahan warna indikator.
3.      Indikator PP perlu ditambahkan ke dalam larutan karena supaya mengetahui perubahan warna yang terjadi pada titik ekuivalen.
4.      Persamaan reaksi untuk masing-masing percobaan :
a.       Asamkuat + basakuat
HCl + NaOHàNaCl + H2O
b.      Asamlemah + basakuat
CH3COOH  +NaOHà NaCH3COO + H2O

B.SARAN
            Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan teliti dalam melakukan penambahan titer.








DAFTAR PUSTAKA
 

kimia-xi.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar