Oleh : Lalu Muhammad Jagad Al Ula
(sc : http://www.knowledgeidea.com/importance-of-english-language-essay/)
Dewasa ini, Indonesia tengah mempersiapkan diri
untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN dari bidang pariwisata. Pemerintah
tengah gencar membangun berbagai fasilitas untuk menunjang dunia pariwisata di
Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh
pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat yang telah memberi berbagai
perhatian yang lebih kepada pariwisata di NTB. Mulai dari pembenahan lingkungan
sampai pemerataan fasilitas ataupun perbaikan akses menuju suatu tempat wisata
seperti jalan raya. Tidak hanya fasilitas yang menunjang keberhasilan dunia
pariwisata, tapi juga dari penduduk di daerah wisata tersebut. Dalam hal ini
penguasaan bahasa inggris juga menjadi salah satu faktor penting untuk
memajukan sektor wisata.
Namun,
kemampuan berbahasa inggris bagi pemuda pemudi Indonesia masih belum merata dan
masih terbatas pada high level management
atau perorangan. Maka
dari hal itu dibutuhkan suatu usaha untuk penguasaan bahasa asing baik secara
individual (otodidak) ataupun secara kelompok (kursus). Terbukti dari data
hasil ujian nasional yang menyatakan daya serap mata pelajaran bahasa inggris dari tahun 2013 ke
tahun 2014 mengalami penurunan drastis, yaitu sebesar 26.92% (dari 83.79% ke
56.87%). Fakta ini menjadi kendala dari segala
usaha dan perbaikan yang telah diupayakan oleh pemerintah sehingga masih belum
terlihat nyata. Maka dalam hal ini pemerintah tidak bisa menjadi satu pihak
yang harus berperan sendiri membenahi pariwisata dalam menghadapi MEA. Tentu
masyarakat juga memiliki peran penting dalam melancarkan tujuan tersebut
khususnya pemuda pemudi Indonesia. Maka dari itu penulis tertarik untuk menulis
mengenai “bagaimana pentingnya kontribusi pemuda dan bahasa inggris dalam
memajukan pariwisata untuk menghadapi MEA?”
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan ajang bagi tiap negara di
Asia Tenggara untuk bersaing dalam pasar bebas. Sistem ini telah disahkan pada
tanggal 31 Desember 2015 sehingga membuat tiap negara sedang mempersiapkan dan
memperkuat tiap sektor industri supaya tidak kalah dan menjadi pasar potensial
bagi negara lain. Sistem ini memungkinkan masing-masing negara di ASEAN lebih
mudah untuk mengirim tenaga kerja mereka dan memudahkan perusahaan asing untuk
melakukan investasi. Tujuan dari sistem ini adalah untuk mensejahterakan setiap negara di ASEAN, tapi apabila
persiapan kita jauh dibawah negara lain, maka bukan keuntungan yang akan kita dapatkan
melainkan kerugian karena lahan pekerjaan yang ada akan mudah terisi oleh
tenaga kerja yang lebih berkualitas.
Pariwisata,
sebenarnya merupakan ikatan dari biro
perjalanan, hotel, restaurant, usaha transportasi, perdagangan cendera mata
serta bandar udara. Bila wisatawan menikmati perjalanan dan produk wisata maka
masing-masing komponen ini telah menjalin kerjasama yang serasi. Dalam mencapai
hal tersebut, tentu adalah peran dari pelaku pariwisata sebagai mesin untuk
menjalankan hal tersebut. Agar jalannya lancar maka tentulah mesinnya harus
memiliki kualitas yang baik, maka untuk meraih tujuan itu masyarakat khususnya
generasi muda harus berkualitas. Kontribusi pemuda sangat dibutuhkan oleh
pariwisata Indonesia saat ini untuk memenangkan kompetisi MEA. Perkembangan
industri pariwisata akan membuka peluang yang cukup besar sehingga roda
perekonomian berputar lebih cepat menuju kearah kesejahteraan dan kemapanan
industri pariwisata. Sejalan dengan jumlah wisatawan yang meningkat maka
transaksi dan kegiatan yang berkaitan secara langsung ataupun tidak langsung
akan semakin mengambil peran baik industri jasa maupun non jasa. Dapat
dikatakan bahwa peluang-peluang yang muncul adalah bisnis hiburan, kesehatan,
perkantoran, pendidikan pariwisata, dagang, dan lain-lain. Dalam menciptakan
peluang-peluang ini dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas serta
mempunyai kemampuan bahasa yang baik pula. Peluang ini memberikan kesempatan
kerja yang terbuka lebar diberbagai bidang. Inilah mata rantai yang saling
berkaitan dan berputar secara otomatis untuk kesejahteraan para pelaku
pariwisata serta masyarakat luas.
Bahasa
inggris adalah bahasa yang telah diakui oleh seluruh negara di dunia sehingga
menjadi bahasa internasional. Berdasar dari alasan tersebut, tentu bahasa
inggris akan menjadi bahasa ibu untuk membuka komunikasi antar negara di ASEAN.
Terutama dalam dunia pariwisata yang tidak bisa di pisahkan dengan bahasa
asing. Sudah menjadi kewajiban bagi pelaku wisata untuk menguasai bahasa asing.
Namun masalah yang dihadapi generasi muda Indonesia saat ini adalah tidak
meratanya penguasaan bahasa inggris oleh pemuda Indonesia, hanya segelintir
orang yang telah membekali diri dengan penguasaan bahasa inggris padahal kita
telah mengetahui bahwa Indonesia salah satu negara yang menjadi anggota MEA.
Kendala lainnya adalah pelajar di Indonesia cenderung tidak pernah
mengaplikasikan bahasa asing yang telah mereka pelajari di sekolah dalam
kehidupan sehari-hari, sehingga mereka berfikir kalau bahasa asing tidak
memberikan manfaat dalam hidup mereka. Kalau dibiarkan, maka tenaga kerja
Indonesia akan kalah oleh kualitas tenaga kerja negara lain dan Indonesia juga
akan menjadi pasar strategis bagi negara asing, namun tidak memberi keuntungan
bagi Indonesia sendiri.
Berkaitan
dengan pembelajaran bahasa inggris di Indonesia, terlihat bahwa pembelajaran di
sekolah masih belum efektif membantu siswa menguasai bahasa inggris seperti
yang terlihat dari data penurunan daya serap dari tahun 2013 ke 2014. Maka
solusi dari masalah tersebut adalah siswa bisa mengadakan atau membuat sebuah
perkumpulan atau komunitas bahasa inggris untuk melatih kemampuan pribadi.
Disamping itu cara yang terbilang efektif untuk melakukan penguasaan bahasa
inggris adalah dengan pemanfaatan sosial media yang sudah menjadi hal wajib bagi
siswa-siswi di masa ini. Kontribusi pemuda untuk pariwisata dalam hal ini bisa
dengan melakukan penguasaan bahasa inggris dan juga melakukan berbagai
penilaian terhadap daerah wisata yang ada di Indonesia. Misalkan dengan membuat
video vlog, yaitu video mengenai
pembahasan kondisi lingkungan sekitar tempat si pelaku berada yang akhir-akhir ini tengah menjadi
aktivitas yang digandrungi kalangan pemuda. Apabila dimanfaatkan dari sisi
pariwisata bisa memberi nilai positif yaitu menyebarluaskan kelebihan pariwisata
indonesia.
Kesimpulan
dari pembahasan diatas adalah pemuda pemudi Indonesia adalah generasi yang
paling mungkin untuk menjalankan penguasaan bahasa asing khususnya bahasa
inggris agar memiliki kualitas yang lebih baik untuk menggerakkan kemajuan sektor
pariwisata dalam memenangkan Indonesia di ajang kompetisi pasar bebas
Masyarakat Ekonomi ASEAN. Jalan yang bisa ditempuh adalah dengan membuat
komunitas bahasa inggris untuk menambah kemampuan bahasa inggris dan
memanfaatkan trend pembuatan video vlog
untuk menyebarluaskan kelebihan alam Indonesia di mata dunia.
Saran
penulis kepada masalah tersebut adalah seharusnya pelajar Indonesia menyadari
pentingnya penguasaan bahasa asing yang akhirnya akan berdampak pada dirinya
sendiri. Maka dari itu secepatnya pelajar Indonesia harus segera mengubah
persepsi mereka tentang bahasa asing yang selama ini mereka anggap sebagai
sesuatu yang menyulitkan mereka. Pelajar Indonesia juga harus mengubah pola
belajar bahasa asing mereka dengan mengaplikasikannya dalam kehidupan
sehari-hari. Dan mereka juga haus sadar kalau mereka memegang tanggung jawab
yang besar yaitu melanjutkan langkah Indonesia untuk maju salah satunya dengan
pariwisata dan hal yang bisa mereka lakukan adalah membekali diri dengan bahasa
asing.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar