Rabu, 09 Agustus 2017

Pemuda dan Bahasa Inggris, Kunci Pariwisata Memenangkan Masyarakat Ekonomi ASEAN

        
Oleh : Lalu Muhammad Jagad Al Ula


                           (sc : http://www.knowledgeidea.com/importance-of-english-language-essay/)

          Dewasa ini, Indonesia tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN dari bidang pariwisata. Pemerintah tengah gencar membangun berbagai fasilitas untuk menunjang dunia pariwisata di Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh  pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat yang telah memberi berbagai perhatian yang lebih kepada pariwisata di NTB. Mulai dari pembenahan lingkungan sampai pemerataan fasilitas ataupun perbaikan akses menuju suatu tempat wisata seperti jalan raya. Tidak hanya fasilitas yang menunjang keberhasilan dunia pariwisata, tapi juga dari penduduk di daerah wisata tersebut. Dalam hal ini penguasaan bahasa inggris juga menjadi salah satu faktor penting untuk memajukan sektor wisata.
            Namun, kemampuan berbahasa inggris bagi pemuda pemudi Indonesia masih belum merata dan masih terbatas pada high level management  atau perorangan. Maka dari hal itu dibutuhkan suatu usaha untuk penguasaan bahasa asing baik secara individual (otodidak) ataupun secara kelompok (kursus). Terbukti dari data hasil ujian nasional yang menyatakan daya serap mata pelajaran bahasa inggris dari tahun 2013 ke tahun 2014 mengalami penurunan drastis, yaitu sebesar 26.92% (dari 83.79% ke 56.87%). Fakta ini menjadi kendala dari segala usaha dan perbaikan yang telah diupayakan oleh pemerintah sehingga masih belum terlihat nyata. Maka dalam hal ini pemerintah tidak bisa menjadi satu pihak yang harus berperan sendiri membenahi pariwisata dalam menghadapi MEA. Tentu masyarakat juga memiliki peran penting dalam melancarkan tujuan tersebut khususnya pemuda pemudi Indonesia. Maka dari itu penulis tertarik untuk menulis mengenai “bagaimana pentingnya kontribusi pemuda dan bahasa inggris dalam memajukan pariwisata untuk menghadapi MEA?”
            Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan ajang bagi tiap negara di Asia Tenggara untuk bersaing dalam pasar bebas. Sistem ini telah disahkan pada tanggal 31 Desember 2015 sehingga membuat tiap negara sedang mempersiapkan dan memperkuat tiap sektor industri supaya tidak kalah dan menjadi pasar potensial bagi negara lain. Sistem ini memungkinkan masing-masing negara di ASEAN lebih mudah untuk mengirim tenaga kerja mereka dan memudahkan perusahaan asing untuk melakukan investasi. Tujuan dari sistem ini adalah untuk mensejahterakan  setiap negara di ASEAN, tapi apabila persiapan kita jauh dibawah negara lain, maka bukan keuntungan yang akan kita dapatkan melainkan kerugian karena lahan pekerjaan yang ada akan mudah terisi oleh tenaga kerja yang lebih berkualitas.
            Pariwisata, sebenarnya merupakan ikatan dari biro perjalanan, hotel, restaurant, usaha transportasi, perdagangan cendera mata serta bandar udara. Bila wisatawan menikmati perjalanan dan produk wisata maka masing-masing komponen ini telah menjalin kerjasama yang serasi. Dalam mencapai hal tersebut, tentu adalah peran dari pelaku pariwisata sebagai mesin untuk menjalankan hal tersebut. Agar jalannya lancar maka tentulah mesinnya harus memiliki kualitas yang baik, maka untuk meraih tujuan itu masyarakat khususnya generasi muda harus berkualitas. Kontribusi pemuda sangat dibutuhkan oleh pariwisata Indonesia saat ini untuk memenangkan kompetisi MEA. Perkembangan industri pariwisata akan membuka peluang yang cukup besar sehingga roda perekonomian berputar lebih cepat menuju kearah kesejahteraan dan kemapanan industri pariwisata. Sejalan dengan jumlah wisatawan yang meningkat maka transaksi dan kegiatan yang berkaitan secara langsung ataupun tidak langsung akan semakin mengambil peran baik industri jasa maupun non jasa. Dapat dikatakan bahwa peluang-peluang yang muncul adalah bisnis hiburan, kesehatan, perkantoran, pendidikan pariwisata, dagang, dan lain-lain. Dalam menciptakan peluang-peluang ini dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas serta mempunyai kemampuan bahasa yang baik pula. Peluang ini memberikan kesempatan kerja yang terbuka lebar diberbagai bidang. Inilah mata rantai yang saling berkaitan dan berputar secara otomatis untuk kesejahteraan para pelaku pariwisata serta masyarakat luas.
            Bahasa inggris adalah bahasa yang telah diakui oleh seluruh negara di dunia sehingga menjadi bahasa internasional. Berdasar dari alasan tersebut, tentu bahasa inggris akan menjadi bahasa ibu untuk membuka komunikasi antar negara di ASEAN. Terutama dalam dunia pariwisata yang tidak bisa di pisahkan dengan bahasa asing. Sudah menjadi kewajiban bagi pelaku wisata untuk menguasai bahasa asing. Namun masalah yang dihadapi generasi muda Indonesia saat ini adalah tidak meratanya penguasaan bahasa inggris oleh pemuda Indonesia, hanya segelintir orang yang telah membekali diri dengan penguasaan bahasa inggris padahal kita telah mengetahui bahwa Indonesia salah satu negara yang menjadi anggota MEA. Kendala lainnya adalah pelajar di Indonesia cenderung tidak pernah mengaplikasikan bahasa asing yang telah mereka pelajari di sekolah dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka berfikir kalau bahasa asing tidak memberikan manfaat dalam hidup mereka. Kalau dibiarkan, maka tenaga kerja Indonesia akan kalah oleh kualitas tenaga kerja negara lain dan Indonesia juga akan menjadi pasar strategis bagi negara asing, namun tidak memberi keuntungan bagi Indonesia sendiri.
            Berkaitan dengan pembelajaran bahasa inggris di Indonesia, terlihat bahwa pembelajaran di sekolah masih belum efektif membantu siswa menguasai bahasa inggris seperti yang terlihat dari data penurunan daya serap dari tahun 2013 ke 2014. Maka solusi dari masalah tersebut adalah siswa bisa mengadakan atau membuat sebuah perkumpulan atau komunitas bahasa inggris untuk melatih kemampuan pribadi. Disamping itu cara yang terbilang efektif untuk melakukan penguasaan bahasa inggris adalah dengan pemanfaatan sosial media yang sudah menjadi hal wajib bagi siswa-siswi di masa ini. Kontribusi pemuda untuk pariwisata dalam hal ini bisa dengan melakukan penguasaan bahasa inggris dan juga melakukan berbagai penilaian terhadap daerah wisata yang ada di Indonesia. Misalkan dengan membuat video vlog, yaitu video mengenai pembahasan kondisi lingkungan sekitar tempat si pelaku berada yang akhir-akhir ini tengah menjadi aktivitas yang digandrungi kalangan pemuda. Apabila dimanfaatkan dari sisi pariwisata bisa memberi nilai positif yaitu menyebarluaskan kelebihan pariwisata indonesia.
            Kesimpulan dari pembahasan diatas adalah pemuda pemudi Indonesia adalah generasi yang paling mungkin untuk menjalankan penguasaan bahasa asing khususnya bahasa inggris agar memiliki kualitas yang lebih baik untuk menggerakkan kemajuan sektor pariwisata dalam memenangkan Indonesia di ajang kompetisi pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN. Jalan yang bisa ditempuh adalah dengan membuat komunitas bahasa inggris untuk menambah kemampuan bahasa inggris dan memanfaatkan trend pembuatan video vlog untuk menyebarluaskan kelebihan alam Indonesia di mata dunia.

            Saran penulis kepada masalah tersebut adalah seharusnya pelajar Indonesia menyadari pentingnya penguasaan bahasa asing yang akhirnya akan berdampak pada dirinya sendiri. Maka dari itu secepatnya pelajar Indonesia harus segera mengubah persepsi mereka tentang bahasa asing yang selama ini mereka anggap sebagai sesuatu yang menyulitkan mereka. Pelajar Indonesia juga harus mengubah pola belajar bahasa asing mereka dengan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dan mereka juga haus sadar kalau mereka memegang tanggung jawab yang besar yaitu melanjutkan langkah Indonesia untuk maju salah satunya dengan pariwisata dan hal yang bisa mereka lakukan adalah membekali diri dengan bahasa asing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar